Pada hari Kamis, 31 Oktober 2019 pukul 10.00 Wita bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Kab. Parimo Prov. Sulteng telah berlangsung proses pelimpahan perkara dalam Tindak Pidana Perikanan (destructive fishing) yang ditangani oleh penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sulteng.

Pelimpahan perkara tersebut berdasarkan surat yang dikirim oleh Kejaksaan Tinggi Sulteng dengan nomor : B-1547/P.2.4/Eku.1/10/2019 yang menyatakan bahwa telah lengkapnya hasil penyidikan Tindak Pidana Perikanan yang ditangani oleh penyidik Ditpolairud Polda Sulteng dan sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (3), Pasal 138 ayat (1) dan Pasal 139 KUHP yang mana penyidik bertanggung jawab untuk segera menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum guna dilakukan proses penuntutan.

Perlu diketahui bahwa ke 5 pelaku yaitu Lk. IT (39), Lk. YT (21), Lk. LB (44), Lk. RN dan Lk. IN (27) merupakan warga Desa Torosiajie Kec. Popayato Kab. Pohuwato Prov. Gorontalo yang ditangkap oleh personil Ditpolairud Polda Sulteng saat melakukan pengeboman ikan di perairan Reff Malong 7 Mill Laut dari Desa Sibatang Kec. Taopa Kab. Parimo Prov. Sulteng pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019 sekitar pukul 05.30 Wita.

Adapun pasal yang sangkakan kepada para pelaku yaitu Pasal 84 ayat (1) dan/atau Pasal 100B Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI nomor 31 tahun 2014 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah. (PID Polairud)

LEAVE A REPLY